Rainbow After The Rain

5:17:00 PM

Selamat sore, kamu.
Baru saja hujan menjatuhkan rintikan air terakhirnya.
Pelangi pun menyeringai karena gilirannya untuk muncul telah tiba.

Sama halnya denganku, dengan kisah kita.
Sangatlah singkat cerita yang pernah kita ukir.
Bahkan jika aku mampu mengingat dengan baik, hanya sedikit kata yang pernah kita ucap

Aku pun mengira tidak akan ada lagi 'pelangi' di setiap 'hujan' yang turun.
Namun,
tebakan ku salah,
perkiraan ku di tepis oleh senyummu.

Tanpa ragu, aku mencoba memulai kembali cerita yang sempat terhenti.
Setelah sekian lama aku pergi, menghubungimu lagi tampaknya membuatku sedikit canggung.
Tapi, rasa rindu yang tak tertahankan mengalahkan kecangunggan.
Aku 'sukses' mengirim pesan singkat kepadamu.

Akhirnya, pesan balasan darimu pun muncul.
Betapa bahagianya relung hati yang telah di hiasi duka ini setelah membaca pesan darimu.
Jika dunia bisa berkata, aku lah orang yang paling bahagia di hari itu.

Hari demi hari pun terlewati.
Selepas acara di malam itu, kita makin dekat.
Dan tombol 'on' yang dulunya pernah kau tekan, kini tertekan dengan sendirinya.

Tak dapat kupungkiri, hati ini masih dan tetap berlabuh di dermagamu

Sampai lah pada saatnya, 
hari dimana aku menyatakannya.
Iya, menyatakan peraasaaan yang ku pendam cukup lama.
Mungkin kamu sudah tau, tapi tidak pernah tau seberapa besar rasa itu.

Hey gadis,
mau kah kamu menjalani terjalnya kehidupan bersama seseorang yang jauh dari kata sempurna ini ?
mampukah kau memahami semua yang ada padaku ?
bisakah kau menerima ku begini ada nya ?

Simpan saja jawabanmu itu.
Bukan aku tidak mau tau,
aku hanya takut mendengar jawabanmu jika yang terucap adalah kata "tidak".

Aku memang pengecut, memang.
Tapi bantulah seorang pengecut ini untuk membahagiakanmu selagi bisa.

"Thank you for creating a rainbows when all i saw was a rain."


-Achmadi Iman Faris-

MUNGKIN KAMU JUGA INGIN MEMBACA YANG LAIN

0 comments

Ikuti aku di Google+

Tulisan Populer